Nasihat Syaikh Al-Albani rahimahullah kepada pemuda muslim dan penuntut ilmu syar’i:
“Jauhi perkara-perkara yang dapat menggelincirkanmu, yang sebagian thalibil ilmi TELAH TERPEROSOK dan TERJATUH padanya. Di antara perkara itu: Mereka amat cepat terkuasai oleh sifat UJUB dan TERPEDAYA, sehingga ingin menaiki kepala mereka sendiri.”
Syaikh Al-Albani rahimahullah juga mengatakan:
“Sekali lagi saya menasihati saudara-saudaraku para penuntut ilmu, agar menjauhi segala perangai yang tidak Islami, seperti perasaan TERPERDAYA OLEH APA YANG TELAH DIBERIKAN KEPADA MEREKA BERUPA ILMU, dan janganlah terkalahkan oleh perasaan ujub terhadap diri sendiri.
Sebagai penutup nasihat ini, hendaklah menasihati manusia dengan cara yang terbaik, MENGHINDAR DARI PENGGUNAAN CARA-CARA YANG KAKU dan KERAS dalam berdakwah, karena kami berkeyakinan bahwasanya Allah Azza wa Jalla ketika berfirman:
“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan HIKMAH dan pelajaran YANG BAIK, dan bantahlah mereka dengan cara YANG BAIK…” (An-Nahl: 125)
Bahwa sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidaklah mengatakannya kecuali kebenaran (al-haq) itu terasa BERAT oleh manusia, oleh sebab itu ia cenderung menyombongkan diri untuk menerimanya (CENDERUNG MENOLAK), kecuali mereka yang dikehendaki oleh Allah.
Maka dari itu, jika dipadukan antara BERATNYA KEBENARAN PADA JIWA MANUSIA plus CARA DAKWAH YANG KERAS LAGI KAKU, ini berarti menjadikan manusia SEMAKIN JAUH dari panggilan dakwah, sedangkan kalian telah mengetahui sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Bahwasanya DI ANTARA KALIAN ada orang-orang yang menjauhkan (manusia dari agama); beliau mengucapkan tiga kali.”
(Dikutip dari buku Biografi Syaikh Al-Albani, Mujaddid dan Ahli Hadits Abad Ini, Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Jakarta)



